HUBUNGAN KARAKTERISTIK MATERNAL DAN KEPARAHAN EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA: STUDI DI PELAYANAN KEBIDANAN PRIMER
Abstract
Emesis gravidarum menjadi salah satu gangguan yang paling lazim dialami pada fase awal kehamilan dan berpotensi mengakibatkan perubahan pada kecukupan nutrisi, keterlaksanaan aktivitas sehari-hari, serta taraf kualitas hidup ibu. Identifikasi karakteristik maternal yang berkaitan dengan keparahan gejala diperlukan untuk mendukung deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Tujuan: Menganalisis gambaran karakteristik maternal dan tingkat keparahan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Metode: Studi ini menerapkan rancangan kuantitatif deskriptif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 35 ibu dengan kehamilan trimester pertama yang menjalani pemeriksaan antenatal di dua Praktik Mandiri Bidan di Kota Semarang dilibatkan sebagai sampel penelitian. Penghimpunan data dilakukan melalui instrumen Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE-24). Selanjutnya, data diolah secara deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi, persentase, nilai rerata, dan simpangan baku. Hasil: Responden memiliki rerata usia 25 tahun, dengan usia gestasi rata-rata mencapai 9 minggu. Ditinjau dari karakteristiknya, sebagian besar berpendidikan terakhir SMA (65,7%), berstatus bekerja (48,6%), serta menjalani kehamilan pertama atau primigravida (54,3%). Pada pengukuran sebelum intervensi, emesis gravidarum derajat sedang dialami oleh mayoritas responden (57,2%), sementara 31,4% lainnya berada pada derajat berat. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa hampir sembilan dari setiap sepuluh ibu hamil trimester pertama menghadapi gejala emesis gravidarum dengan intensitas sedang sampai berat. Kesimpulan: Emesis gravidarum kategori sedang hingga berat masih mendominasi pada ibu hamil trimester pertama. Primigravida, usia kehamilan awal, dan kelompok usia reproduksi muda merupakan kelompok yang memerlukan perhatian lebih dalam pelayanan antenatal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Fauziah NA, Komalasari K, Sari DN. Faktor–Faktor yang mempengaruhi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester i. Majalah Kesehatan Indonesia. 25 April 2022;3(1):13–8. doi:10.47679/makein.202227
Tiran, Denise. Mual dan Muntah Kehamilan. Jakarta - Google Search [Internet]. 2009. [diunduh 16 Juli 2026]. Tersedia pada: https://www.google.com.
Retnoningtyas RDS, Dewi RK. Pengaruh hormon human chorionic gonadotropin dan usia ibu hamil terhadap emesis gravidarum pada kehamilan trimester pertama. Jurnal Tadris IPA Indonesia. 2021;1(3):394–402. doi:10.21154/jtii.v1i3.306.
Handayani N, Khairiyatul RKA. Pengaruh akupresur terhadap penurunan mual dan muntah pada ibu hamil di Praktek Mandiri Bidan Sidoarjo: indonesia. EMBRIO: Jurnal Kebidanan. 2019;11(2):102–9. Located at: indonesia. doi:10.36456/embrio.vol11.no2.a2046.
Fitriani WN, Rusdiah. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemisis gravidarum pada ibu hamil di RSUD Kota Depok. Indonesian Journal of Midwifery Scientific. 2023;2(1):1–9.
Munir R, Yusnia N. Faktor-Faktor yang mempengaruhi kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati. 2022;7(3):326–36. doi:10.35842/formil.v7i3.460.
Puriati R, Misbah N. Hubungan paritas dan umur ibu dengan kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung Tahun 2011. Jurnal Obstretika Scienta. 2014;2(1):92–105. doi:10.55171/obs.v2i1.125
Sriadnyani NW. Karakteristik ibu hamil dengan emesis gravidarum di Praktik Mandiri Bidan “PS.” JIK. 2022;10(2):171–5. doi:10.33992/jik.v10i2.1843
Hapsari NF, Sumanto D, Noviasari NA. Analisis usia kehamilan, pola makan dan dukungan sosial terhadap keluhan emesis gravidarum pada ibu hamil. Jurnal Kesehatan Amanah. 2026;10(1):209–19. doi:10.57214/jka.v10i1.1077.
Fejzo M, Rocha N, Cimino I, Lockhart SM, Petry C, Kay RG, dkk. Fetally-encoded GDF15 and maternal GDF15 sensitivity are major determinants of nausea and vomiting in human pregnancy [Internet]. [diunduh 4 Juni 2023]. Tersedia dari: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10312505/
Ningsih DA, Fahriani M, Azhari M, Oktarina M. Efektivitas pemberian seduhan jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum trimester I. SJKB. 2020;7(1):1. doi:10.34310/sjkb.v7i1.320.
Atika Z, Fajriah N. Perbedaan kejadian emesis gravidarum antara ibu hamil yang bekerja dan tidak bekerja di BPS Istijah Surabaya. ARIMBI Journal. 2020;1(1):50–9. doi:10.37160/arimbi.v1i1.535.
DOI: https://doi.org/10.36409/jika.v11i1.372
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.