FAKTOR PREDISPOSISI SAAT KEHAMILAN PADA KEJADIAN STUNTING: SCOPING REVIEW

Aminatul Fatayati, Putri Kusumawati Priyono

Abstract


Kejadian stunting pada balita merupakan masalah di hampir setiap Negara yaitu 20% atau sebanyak 127 juta pada tahun 2025 . Stunting di Indonesia mencapai angka 19,8% setara dengan 4,48 juta. Penelitian ini menggunakan metode Scoping Review, pencarian jurnal penelitian dilakukan dari beberapa database seperti Google Scholar, Science Direct dan Pubmed dengan kata kunci yang terkait, seperti “Factors” OR “predispotition” OR “pregnant” OR “cases” OR “stunting”. Sedangkan penelusuran menggunakan Bahasa Indonesia dengan kata kunci yang dipilih yakni “Faktor predisposisi pada saat kehamilan dengan kejadian stunting”, didapatkan hasil 7 jurnal penelitian dari rentang waktu 2016 – 2025 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang diperoleh dari 7 jurnal penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi stunting pada saat kehamilan yaitu, nutrisi, usia, dukungan keluarga, Riwayat Kesehatan ibu saat hamil, dan Kegiatan ibu saat hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi stunting factor nutrisi (zat gizi dan KEK), usia ibu hamil (usia < 20 Tahun ), dukungan keluarga, Riwayat Kesehatan ibu saat hamil (Anemia), dan Kegiatan ibu hamil (Paparan Pestisida).


Keywords


ibu hamil; nutrisi; balita; stunting

Full Text:

PDF

References


Indonesia, K.K.R. 2018. Hasil utama Riskesdas 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Hastuty M. Hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Kampar Tahun 2018. Jounal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. 2020;4(2).

Wanimbo E, Warliningsih M. 2020. Hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting Baduta (7-24 bulan). Journal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Soetomo. 2020;6(1).

Triyani K, Fara D Y, Mayasari T A, Abdullah. Hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting. Journal Maternitas Aisyah. 2021;1(3).

Wulandari H, Istiana K. Peran Bidan, Peran Kader, dukungan keluarga dan motivasi ibu terhadap prilaku ibu dalam pencegahan stunting. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2020;19(2):73–80.

Arksey H, O’Malley L. Scoping studies: towards a methodological framework. International Journal of Socialn Research Methodology: Theory and Practice. 2005;8(1):19–32.

Ruaida N, Soumokil O. Hubungan status KEK ibu hamil dan BBLR dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Tawiri Kota Ambon. JKT. 2018;9(2):45-51.

Alfarisi R, Nurmalasari Y, Nabila S. Status gizi ibu hamil dapat menyebabkan kejadian stunting pada Balita. Journal Kebidanan. 2019;5(3):271-278.

Wanimbo E, Warliningsih M. Hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting baduta (7-24 bulan). Journal Manajemen Kesehatan Yayasan RS Soetomo. 2020;6(1).

Ibrahim I, Alam S, Syamsiah A, Ahda, Jayali,YI, Fadlan M. Hubungan sosial budaya dengan kejadian stunting pada Balita usia 24-59 bulan di Desa Bone-Bone Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang tahun 2020. Al Gizzai: Public Health Nutrition journal. 2021;1(1).

Winasis N. 2018. Analisis faktor kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan berbasis transcultural nursing di Desa Morombuh Kecamatan Kwanyar Bangkalan.

Nurrohmah A, Nurjazali., Joko T. Hubungan riwayat paparan pestisida ibu saat hamil dengan kejadian stunting anak usia 2-5 tahun. Journal Kesehatan Masyarakat. 2018; 6(6).

Amalia N, Usman, Rusman A, Amir R, Haniarti. Pestisida dan faktor risiko stunting. Sulolipu. 2023;23(2):360-370.

Hastuty, M. Hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Kampar Tahun 2018. Jounal Online Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. 2020;4(2).




DOI: https://doi.org/10.36409/jika.v10i2.318

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.