PERSEPSI PENGGUNA TIKTOK TERHADAP PERAN AKADEMISI DAN PRAKTISI DALAM MEMBUAT KONTEN EDUKASI KESEHATAN
Abstract
Peningkatan penggunaan media sosial TikTok di Indonesia diiringi dengan tantangan maraknya disinformasi dan berita hoax kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna TikTok terhadap peran akademisi dan praktisi dalam pembuatan konten edukasi kesehatan yang kredibel. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 241 responden pengguna aktif TikTok yang dipilih melalui purposive sampling. Selain penyebaran kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, penelitian ini juga mengimplementasikan pendekatan studi aksi melalui pembuatan akun percontohan TikTok (@healthy_is_easy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengguna menganggap konten edukasi kesehatan di TikTok sangat penting (98,8%) dan memerlukan referensi yang terpercaya untuk meminimalisir hoax (98,3%). Sebanyak 89,2% responden memperhatikan kredibilitas pembuat konten, serta 88,4% menyetujui bahwa kreator konten kesehatan harus memiliki latar belakang keahlian dan profesi yang sesuai. Implementasi akun percontohan terbukti efektif meraih respon positif dengan total 74.582 tayangan dalam waktu kurang dari dua minggu. Dapat disimpulkan bahwa sinergi antara akademisi sebagai penyedia berbasis bukti (evidence-based) dan praktisi sebagai pengemas konten kreatif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan literasi kesehatan publik serta menciptakan ekosistem informasi digital yang terpercaya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Pertiwi. Indonesia sumbang angka unduhan TikTok terbanyak di dunia. Kompas Tekno[cite: 1]. 2020 [diunduh pada 11 November 2020]. Tersedia dari: https://tekno.kompas.com.
Gumilar, G. Literasi media: cerdas menggunakan media sosial dalam menanggulangi berita palsu (hoax) oleh siswa SMA. Indonesian Journal of Community Engagement. 2017;1.
Indrawan, S., & Azeharie, S. Studi komparasi konten tiktok dokter tentang kesehatan (Analisis Konten Tiktok Dokter@ tirtacipeng dan@ farhanzubedi). Prologia. 2022;6(2):369-376.
Manurung, L. D. R., & Rozi, F. Penggunaan Konten Tiktok Akun@ Gilanknugroho dalam Edukasi Tugas Akhir Mahasiswa. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial. 2024;10(1):183-192.
Yuliana, A., & Pebiansyah, A. Analisis berita hoax vaksin COVID-19: Literature Review. In Prosiding Seminar Nasional Diseminasi. 2022.
Gumilar, Gumgum, dkk. Cerdas menggunakan media sosial dalam menanggulangi berita palsu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 2017;1(1):23-25.
Hamzah, R. E., & Putri, C. E. Mengenal dan mengantisipasi hoax di media sosial pada kalangan pelajar. Abdi Moestopo: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat. 2020;3(01):9-12.
Rowley, J., Johnson, F. and Sbaffi, L. Gender as an influencer of online health information-seeking and evaluation behavior. J Assn Inf Sci Tec. 2017;68:36-47. https://doi.org/10.1002/asi.23597.
We Are Social & Meltwater. Digital 2024: essential overview of the global state of digital. Data Reportal.2024.
Kaye, D. B. V., Zeng, J., & Chen, X. The co-evolution of official media and user creators on Douyin/TikTok. Mobile Media & Communication. 2021;9(1):129–153. https://doi.org/10.1177/2050157920952120.
Syukri, S., Syarif, A., & Fitriani, H. Pengaruh pesan hoax di media sosial terhadap sikap mahasiswa:(studi kasus pada mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Makassar). Medialog: Jurnal Ilmu Komunikasi. 2023;6(2):140-152.
Austin EW, Austin BW, Willoughby JF, Amram O, Domgaard S. How media literacy and science media literacy predicted the adoption of protective behaviors amidst the COVID-19 pandemic. J Health Commun. 2021;3;26(4):239-252. doi: 10.1080/10810730.2021.1899345. Epub 2021 Apr 30. PMID: 33928871.
Ventola, C. L. Social media and health care professionals: Benefits, risks, and best practices. Pharmacy and Therapeutics. 2014;39(7):491–500.
DOI: https://doi.org/10.36409/jika.v11i1.370
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.