ANALISIS SPASIAL-TEMPORAL PERSALINAN REMAJA, KEJADIAN BBLR, DAN MASALAH GIZI BALITA DI D.I. YOGYAKARTA (2019–2024)
Abstract
Masalah gizi balita berkaitan erat dengan kondisi kesehatan maternal pada periode kehamilan dan persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tren antara persalinan usia dini dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) serta menelaah tren temporal beban gizi buruk (stunting, underweight, dan wasting) pada balita di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Studi ini menggunakan data sekunder berbasis wilayah kabupaten/kota di DIY periode 2019–2024 yang bersumber dari Buku Data Kesehatan Dinas Kesehatan DIY. Analisis data dilakukan secara deskriptif tren temporal. Hasil penelitian menunjukkan tren persalinan remaja cenderung melandai secara umum. Sebaliknya, persentase BBLR di DIY mengalami tren peningkatan persisten dengan puncaknya pada tahun 2023 (7,60%), yang selaras dengan terjadinya rebound prevalensi stunting dari 16,40% (2022) menjadi 18,00% (2023). Sleman dan Bantul memiliki jumlah persalinan remaja absolut tertinggi, namun Kota Yogyakarta mencatatkan persentase BBLR tertinggi (9,17% pada tahun 2024). Hal ini menegaskan bahwa BBLR di DIY bersifat multifaktorial, dipengaruhi oleh stressor urban di perkotaan, masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) di pedesaan, serta adanya bias rujukan rumah sakit. Rekomendasi penelitian ini adalah diperlukannya diferensiasi program intervensi berbasis karakteristik wilayah serta reorientasi program kesehatan dari hilir ke hulu siklus hidup.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
United Nations. Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development, New York: UN Publishing. 2015.
UNICEF, WHO, and World Bank Group. Levels and trends in child malnutrition: joint child malnutrition Estimates - Key findings of the 2023 edition, New York: UNICEF and WHO. 2023.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan Nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. 2024.
S. H. M. Picauly and S. M. Magdalena. Dampak stunting terhadap perkembangan kognitif dan prestasi belajar anak Sekolah Dasar. Jurnal Gizi dan Pangan, vol. 16, no. 2, pp. 101-108, 2021.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP) BKKBN Tahun 2023: menekan angka fertilitas remaja dan pernikahan dini. Jakarta: BKKBN. 2024.
j. A. Fraser, G. S. Cooper, and H. K. Schulz. Biological and socioeconomic risks of adolescent pregnancy: a maternal-fetal nutrient competition perspective. American Journal of Clinical Nutrition. 2020;112(4):932-941.
N. W. S. Putri and I. M. Sukarsa. Hubungan usia ibu hamil saat persalinan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2020;11(1):45-53.
World Health Organization (WHO). Global Nutrition Targets 2025: Low Birth Weight Policy Brief, Geneva: World Health Organization. 2014.
R. Indrawati and A. P. Utami. Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sebagai prediktor kejadian stunting dan wasting pada balita: studi kohort retrospektif. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas. 2022;8(3):215-224.
Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta. Buku Data Kesehatan Tahun 2020-2024. Yogyakarta: Dinas Kesehatan D.I. Yogyakarta. 2025.
M. A. Wibowo and S. R. Lestari. Dampak psikososial dan klinis kehamilan remaja terhadap komplikasi persalinan di Wilayah Rural Provinsi D.I. Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak. 2020;14(2):88-96.
R. D. Rahayu and T. S. Hartati. Analisis determinan stunting balita berdasarkan pola asuh dan sanitasi lingkungan di Tingkat Puskesmas se-Kabupaten Bantul. 2021;Jurnal Gizi Lokal Indonesia;5(1)12-21.
M. S. Kramer. The Epidemiology Of Adverse Pregnancy Outcomes: An Overview. Journal of Nutrition. 2003;133(5):1592S-1596S.
L. S. Adair et al.,Association of Linear Growth in Childhood With Life-Course and Adult Outcomes. The Lancet. 2013;381(9865):523-534.
I. S. Widad and A. Pramono. Determinant factors of low birth weight In Rural Areas of Indonesia. Journal of Maternal and Child Health. 2021;6(2):112-121.
A. G. Saptarini and S. S. Suparmi. Analisis spasial kejadian bayi berat lahir rendah di Indonesia," Jurnal Ekologi Kesehatan. 2020;19(2)85-96.
T. O. S. Hartati and Y. S. Rahayu. Referral bias and its impact on maternal-neonatal health statistics In Urban Hospitals of Yogyakarta. Indonesian Journal of Health Administration. 2021;9(1):34-42.
D. J. Barker. The developmental origins of adult disease. European Journal of Epidemiology. 2023;18(8)733-736.
P. D. Gluckman, M. A. Hanson, and C. Cooper. Effect of in utero and early-life conditions on adult health and disease. New England Journal of Medicine. 2018;359(1):61-73.
H. Christian. Low birth weight as a predictor of childhood stunting and wasting: a systematic review. Maternal & Child Nutrition. 2020;16(s2):e13009.
S. Gillespie et al. The politics of reducing malnutrition: building commitment and accelerating progress. The Lancet. 2013;382(9891):552-569.
Latifahanun E, Andani MRR, Febriandi S, Rokhayati, Safirina RA. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terhadap peningkatan tinggi badan pada balita stunting di Desa Jragan, Temanggung. J Promot Prev. 2024;7(6):1257–61.
DOI: https://doi.org/10.36409/jika.v11i1.363
Refbacks
- There are currently no refbacks.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.