PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK RIMPANG TEMULAWAK (CURCUMA XANTHORRHIZA ROXB) PADA IBU POSTPARTUM TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR

Chyntia Desbriyani Mustika Ayu

Abstract


Kecukupan pemberian ASI pada bayi baru lahir dapat dilihat dari penambahan berat badan yang signifikan. Faktor utama penghambat pemberian ASI adalah produksi ASI kurang. Salah satu upaya untuk mendapatkan bahan alami yang mungkin dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan produksi ASI adalah dengan pemberian ekstrak rimpang temulawak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak rimpang temulawak (curcuma xanthorrhiza Roxb) pada ibu postpartum terhadap peningkatan berat badan bayi baru lahir. Metode Penelitian ini menggunakan Quasy experimental dengan pendekatan non equivalent control group design. Sampel adalah seluruh ibu post partum yang menyusui dan bayi baru lahir dengan purposive sampling. Variabel independen ekstrak rimpang temulawak dan variabel dependen berat badan bayi baru lahir. Analisis bivariat menggunakan paired t-test untuk uji variabel berpasangan dan uji independent t-test untuk uji variabel tidak berpasangan. Hasil Penelitian ini menunjukkan pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum berpengaruh terhadap peningkatan peningkatan berat badan bayi baru lahir (p=0,000). Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemberian ekstrak rimpang temulawak pada ibu postpartum dapat meningkatkan berat badan bayi baru lahir.

Keywords


ekstrak rimpang temulawak, ibu postpartum, berat badan bayi baru lahir

Full Text:

PDF

References


Hidayat, Aziz Alimul. Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data. Jakarta: Salemba Medika. 2009.

Soetjiningsih. ASI petunjuk untuk tenaga kesehatan. Jakarta: EGC. 2005.

Nurmalasari, N & Apriliani, H. Studi kasus pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan tradisional oleh masyarakat adat Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Universitas Jenderal Soedirman. Biosfera 29 (3) September 2012.

Muhlisah, F. dan Sapta H.S. Sayur dan bumbu dapur berkhasiat obat. Cetakan 4. Jakarta: Penebar Swadaya, 1999.

Limono, C.,M. Pengaruh infus rimpang temulawak (Curcuma Xanthorhizza Roxb) terhadap pengeluaran air susu mencit. Jurnal Fakultas Farmasi Universitas Surabaya, 1990.

Anggraeni, N. Pengaruh konsumsi temulawak oleh ibu nifas terhadap kelancaran produksi ASI. Jurnal Nursing Vol 7, No 1. September 2015.

Sugiharto. Efektivitas infus daun katuk (Sauropus androgynus Merr.), rimpang temulawak (Curcuma zanthorrhiza Roxb.) dan biji jagung (Zeamays Linn.) terhadap sekresi air susu dan aktivitas alveoli kelenjar ambing mencit (Mus musculus). Jurnal Kesehatan Sain Med Vol 4 No 1. Juni 2012.

Sari, I. Daya laktagogum jamu uyup-uyup dan ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus Merr.) pada Glandula Ingluvica Merpati. Jurnal: Majalah Farmasi Indonesia, 2003 XIV(1).i-libugm.ac.id.

Indriyani, D. Pengaruh menyusui ASI dini dan teratur terhadap produksi ASI pada ibu postpartum dengan SC di RSUD dr. Soebandi Jember. Tesis. Depok: FKUI, 2006

Suradi & Tobing. Manajemen Laktasi. Jakarta : Perinasia, 2004.

Demilade, A. Maternal anxiety and breastfeeding findings from the MAVAN (Maternal Adversity, Vulnerability and Nuurodevelopment), 2013.

Biancuzzo, M. Breastfeeding the newborn : Clinical strategies for nurses. St. Louis : Mousby, 2003.

Guyton dan Hall. Fisiologi kedokteran. Buku Ajar (Setiawan penerjemah). Jakarta: EGC, 2007.




DOI: https://doi.org/10.36409/jika.v5i2.111

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.